Kepala Utopis

Kepala kita utopis Didikte oleh hal-hal yang mereka suka Menolak telah jadi imitasi Tapi refleksi tak lagi mengenali ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ Kita terus dicekoki mimpi-mimpi Kabur mana kebutuhan mana keinginan Akibat terlalu lama berurusan dengan trending topic hari ini ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ

Iklan

Bahkan dengan Iqbal pun Kita Harus Adil Sejak dalam Pikiran

Buku dan film adalah dua jenis karya yang berbeda. Adaptasi buku menjadi film, atau sebaliknya telah lumrah dilakukan. Boleh jadi selain mencari profit, juga untuk mengeksplor lebih jauh karya tersebut. Banyak orang menggemari suatu karya setelah bertemu dengan salah satu adaptasinya. Seperti fans MCU atau DCEU hari ini, atau fans LOTR atau GOT, dan masih … Continue reading Bahkan dengan Iqbal pun Kita Harus Adil Sejak dalam Pikiran

Bernyanyi hingga Mati

Dan lautan hidup. Gelombang yang mengundangmu untuk menyelam. Hingga ke dasar yang kau temukan hanyalah kegagalan. Dan tekanan terus mendorongmu menjadi sesuatu yang lain. Menjadi mayat yang mengambang di pelupuk samudera. Gulungan ombak merayu untuk kaunaiki, kaudaki, kautaklukkan. Namun, seperti halnya biru, ia palsu. Kau dilipat ombak yang bersahabat. Lalu memejalkanmu ke dasarnya yang gelap. … Continue reading Bernyanyi hingga Mati

Ketakutan, Kekuatan, Kita

Dan begitu lah adanya. Napas kita dipotong terang-terangan untuk uang mereka. Gantinya kita dapat kabut sesak ini. Dari bertahun silam sudah, ini perkara tak juga tampak akhirnya. Lantas katanya mereka bebas dengan alasan napas tinggal tanam lagi. Betapa mengerikan kekuasaan di tangan para budak tiran. Kita diberikan dagelan yang memuakkan. Tetangga yang mulai bergunjing agaknya … Continue reading Ketakutan, Kekuatan, Kita

Rotasi Antipati

Berputar dalam lingkar hitam. Tak pernah meragu dunia pada luka. Sehingga penjara-penjara tercipta. Tak pernah jelas mana yang lebih dulu, luka tercipta lantas melindungi diri, atau melindungi diri yang akhirnya membuat orang lain terluka. Tak pernah berakhir pertanyaan apakah perang menuju perdamaian, atau tujuan perdamaian menciptakan perang? Tak ada yang pernah memastikan. Tapi turut saja … Continue reading Rotasi Antipati

Sejak dalam Darah

Mengalir dalam diri deras dari kepala ke kaki. Masuk dalam tiap lapis tubuh. Merasuk dalam baris jiwa. Menumbuhkan pepohonan beracun. Semak berduri. Amarah. Mengisi setiap pecahan dalam diri. Menyala merah. Benci. ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ Aku seorang pembenci ulung. ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ Mei 2018

Gempa Diri

Ada lempengan pada jiwa. Yang terus bergerak. Lempengan itu akan diam dan tenang bila berharap dengan orang yang tepat. Tapi bila kaukecewa, lempeng itu patah. Tubuh yang rapuh berguncang. Air mata pecah, menangis sesenggukan. Kulit retak. Tulang kaki tak mampu menyangga putus asa yang lebih besar. Duniamu runtuh. ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ Mei 2018

Kepada Penyimpan

Untuk sesaat lepas hidung merahmu, hapus riasan wajahmu. Bertingkah bodoh, semua kaulakukan untuk membuat orang tertawa; menyakiti dirimu sendiri. Kau tak peduli berapa banyak tangis yang kautahan, atau yang kauhabiskan sendirian. ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ Hentikan semuanya, dunia hina ini tak pantas menerima kebaikan. ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ Mei 2018

Percakapan dengan Air

Bicaramu adalah diam. Kau merayapi dasar tanah, kau melengkung di awan-awan. Lalu setelah bising di langit, kau menderai-derai ke bumi, yang mana telah lama jadi rumahmu. Betapa kau mencintai gravitasi. Mencintai kejatuhan ini. Kau dalam pola yang sama. Dari milyaran tahun lamanya. Kaunaik, turun, naik kembali. Kau membeku, mencair, menguap. Sejak lama kau mengitari daratan, … Continue reading Percakapan dengan Air